Tugas 4 SELT

Tugas 4 Sistem Energi Listrik Terbarukan (SELT)


Hanif A Rahadiansyah

1102202584

EL-44-08


Integrasi Listrik Energi Terbarukan




1. Kisaran Tegangan di titik 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, apakah rugi-rugi daya listrik?

Jawab:



Pertama-tama, pembangkit listrik akan memancarkan listrik (rata-rata 150kV) dan kemudian akan ditransmisikan ke sutet dengan cara menaikkan tegangannya menggunakan trafo step-up. Setelah itu, dapat diketahui bahwa titik 2 dan 4 masing masing merupakan trafo step-up dan trafo step down. Trafo step up berfungsi untuk menaikkan tegangan dari pembangkit ke sutet, sedangkan trafo step down fungsinya adalah untuk menurunkan nilai tegangan dari sutet ke jaringan distribusi yang akan menyalurkannya ke konsumen. Kita tahu bahwa trafo rata-rata mengalami data rugi-rugi yang berkisar antara 20% hingga 25%. Namun, daya rugi-rugi pada suatu sistem transmisi pembangkit listrik akan bergantung pada jarak pembangkit hingga daerah yang akan disalurkan listrik. Apabila jaraknya cukup jauh, tentu daya rugi-rugi yang dihasilkan akan lebih besar. Apabila daya rugi-rugi yang dialami cukup besar, maka suplai dari pusat beban ke daerah transmisi terjauh tidak akan berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, terdapat beberapa solusi yang dapat kita lakukan. Solusi pertama adalah dengan mendirikan beberapa pembangkit cabang sehingga daya yang disalurkan tidak melulu mengalir dari pembangkit listrik pusat langsung ke daerah. Selain itu, pemanfaatan solusi seperti distribution generated (DG) juga dapat dimanfaatkan oleh warga maupun pemerintahan itu sendiri.

2.  Berapa besar tegangan yang dibangkitkan, ditransmisikan,dan didistribukan, serta berapa tegangan beban? Mengapa harus menggunakan trafo step up, step down?

Jawab:


Mula-mula, tegangan akan di-generate dari pembangkit yang memiliki rata-rata sebesar 150kV. Lalu tegangan tersebut akan dinaikkan melalui trafo step-up menuju sutet yang mana nilainya akan berubah menjadi 500 kV. Kemudian tegangan dari sutet tersebut diturunkan kembali menggunakan trafo step down menuju gardu distribusi menjadi sebesar 150kV, lalu diturunkan melalui trafo step-down menjadi 20kV pada saluran distribusi. Terakhir, tegangan dari saluran distribusi akan kembali diturunkan menjadi tegangan rata-rata yang diperlukan oleh rumah-rumah konsumen, yakni 380/220V. Dari sini tergambar dengan jelas bahwa trafo step up diperlukan untuk memperbesar tegangan sesuai dengan yang diperlukan selama pemakaian sehingga kuat untuk menunjang segala konsumsi yang diperlukan oleh rumah tersebut, sedangkan trafo step down dibutuhkan untuk menurunkan nilai tegangan sesuai dengan kapasitas rumah/industri sehingga tidak terjadi short-circuit atau bahkan hal yang membahayakan seperti kebakaran bahkan ledakan.





Comments

Popular posts from this blog

Resume Video Youtube